Minggu, Februari 01, 2009

Obama 'Kepincut' Teknologi Toyota

Diam-diam, Presiden Amerika Serikat Barack Obama punya hubungan yang cukup harmonis dengan pabrikan mobil Jepang, Toyota. Sebelum menjadi presiden, Obama memanfaatkan balapan Nascar sebagai ajang kampanyenya dengan mencantumkan namanya di mobil Tim BAM Racing yang menggunakan Toyota Camry.

Setelah menjadi Presiden, ketertarikannya dengan teknologi hybrid milik Toyota malah menginspirasi Obama mengkritisi pabrikan otomotif di Amerika untuk segera berbenah dengan menciptakan mobil-mobil yang ramah lingkungan dan irit bahan bakar, bukan mobil besar dan boros bahan bakar.
Pemerintahan AS di tangan Barack Obama berharap negara bisa menghemat energi US$ 2 milyar per tahunnya, serta mengurangi gas emisi karbon dioksida yang dituding sebagai penyebab utama pemanasan global.
Keberhasilan Toyota mempelopori mobil ramah lingkungan berteknologi hybrid seperti Prius di dunia, hingga mampu bertahan di badai krisis ekonomi global, sepertinya menggugah Barrack Obama. Dia ingin pabrikan otomotif Paman Sam berbenah dan mampu mandiri dengan menciptakan mobil-mobil yang ramah lingkungan.
Obama menuturkan jika General Motors (GM), Ford maupun Chrysler ingin bertahan, mereka harus mampu menciptakan mobil-mobil yang hemat BBM. Dalam pidato resminya di Gedung Putih, Obama bertekad mengubah kebijakan aturan uji emisi yang mengacu pada standarisasi Environmental Protection Agency (EPA), bukan federal lagi.
Di Amerika aturan uji emisi hampir tak seragam di beberapa negara bagian. Hanya di California yang paling ketat menerapkan aturan uji emisi bagi setiap kendaraan. Tidak adanya standarisasi secara keseluruhan di negara federal, menginspirasi presiden ke-44 itu melakukan perubahan.
“Langkah ini membantu pabrikan otomotif Amerika mempersiapkan diri lebih baik lagi. Bagaimanapun harus ada keberanian untuk berbenah. Saya tak dapat berjanji aturan ini akan berlaku secepatnya, namun dengan rencana ini semoga saja akan muncul kendaraan yang lebih hemat BBM, karena batasan uji emisi akan lebih ketat lagi,” tegas Obama yang menyampaikan pidatonya di East Room,Gedung Putih.
Sebagai presiden penerus George Bush, Obama menghadapi masalah yang cukup pelik. Dia harus mampu memperbaiki ekonomi Amerika yang terpuruk. Di sisi lain pemerintahannya maupun Senat tengah mengawasi bantuan pinjaman sebesar USD 825 juta yang digelontorkan kepada para pabrikan otomotif Amerika Serikat.
General Motors, Ford maupun Chrysler sudah saatnya meninggalkan mobil-mobil besar dan boros untuk beralih menciptakan mobil-mobil kecil yang hemat bbm sekaligus ramah lingkungan. Jangan malu untuk meniru teknologi Jepang atau mungkin Korea Selatan yang sudah berpikir jauh ke depan.

Tidak ada komentar: