Sabtu, April 04, 2009

Penjualan Toyota Melorot 60 Persen

Memasuki bulan ketiga tahun 2009, krisis ekonomi global terlihat jelas semakin mengganggu penjualan otomotif di Tanah Air. Tahta sang raja otomotif Indonesia, Toyota pun mulai tak kuat menahan goncangan badai yang menerpa.

Buktinya sepanjang Maret penjualan PT Toyota Astra Motor (TAM) anjlok 60% dibandingkan Februari 2009. Toyota hanya menjual 13.458 unit sepanjang Maret sedangkan di bulan Februari berhasil menjual 33.912 unit.
Beruntung, Toyota Avanza dan Kijang Innova masih memberikan kontribusi yang signifikan dalam tiga bulan belakangan, sehingga penjualan manufaktur nomor satu di Indonesia ini belum tergoyahkan. Artinya, penjualan Toyota masih cukup lumayan dibanding dengan agen tunggal pemegang merek (ATPM) lainnya,
Sepanjang Maret, Toyota Avanza terjual sebanyak 7.603 unit disusul Kijang Innova 2.349 unit. Hasil yang diperoleh Kijang Innova ini sesuai dengan target yang ditetapkan oleh PT TAM.
Di kelas SUV 4x2, Toyota Rush berhasil mencatatkan penjualan sebesar 932 unit, meningkat 61,8% dibandingkan bulan sebelumnya. Sedangkan Fortuner 4x2 di bulan Maret ini berhasil meraih angka penjualan sebesar 647 unit, meningkat 51,2% dibandingkan penjualan bulan sebelumnya.
Sementara di kelas SUV 4x4, Toyota Fortuner berhasil mencatatkan angka penjualan sebesar 29 unit, meningkat 81,3% dibandingkan angka penjualan bulan Februari.
Di kelas kendaraan komersial, truk Dyna yang merupakan rekan bisnis terbaik para pebisnis, berhasil mencatatkan total penjualan di bulan Maret sebesar 710 unit. Pertumbuhan Truk Dyna di Indonesia sangat membanggakan, dengan kualitas produk yang baik ditambah dengan layanan berkualitas dari Toyota, menjadikan Dyna sebagai rekan bisnis yang terbaik bagi semua usaha.
“Hasil di bulan Maret ini merupakan kerja keras dari seluruh elemen yang ada di Toyota, dengan kondisi ekonomi yang penuh tantangan karena dampak krisis global, kami akan terus berusaha untuk memberikan yang terbaik pada produk maupun layanan kepada para pelanggan setia kami dan akan tetap optimis terhadap pasar otomotif di Indonesia,” ujar Presiden Direktur TAM Johnny Darmawan dalam siaran persnya Jumat (3/4).

Tidak ada komentar: