
“Memang, Januari lalu harga semua produk Daihatsu sudah naik. Pun, pada Desember tahun lalu. Namun, dua kali dinaikkan, Daihatsu masih tetap nombok. Memang, kita menaikannya bertahap hingga mendekati besaram sesunguhnya dengan hitungan kurs Rp9.700. Tapi, kalau dihitung dengan kurs sesungguhnya, harga bisa naik hingga Rp 20 juta per unit untuk produk Xenia dan Gran Max,” tambah Amel.
Amel menambahkan dengan kenaikan sekitar Rp 6 juta saja pada awal Januari lalu, penjualan produk Daihatsu menurun cukup tajam. Apalagi kalau naiknya hingga Rp 20 juta. “Tidak bisa dibayangkan apa yang akan terjadi, contohnya sudah ada, ‘tetangga’ kita menaikan harga jual sekaligus, yah mereka nggak bisa jualan,” jelas Amel.
Sejak dilanda krisis ekonomi global, ADM kini membidik pasar angkutan kota (angkot) dengan model andalan mereka Gran Max dengan menargetkan penjualan 300 unit sepanjang tahun 2009.
“Kami saat ini sedang mengembangkan Gran Max untuk angkot dengan bahan bakar gas (BBG). Karena selain ramah lingkungan, angkot yang menggunakan BBG juga bisa menghemat biaya operasionial,” ujar Head Executive Product Dev. Division Pradipto Sugondo pada kesempatan yang sama.
Pradipto menjelaskan bahwa untuk Gran Max yang menggunakan bbm, untuk per liternya rata-rata bisa menempuh jarak 11,38 km/liter sedangkan menggunakan BBG per liternya mampu menempuh 14,49km.
“Dengan hitung-hitungan seperti ini pengusaha atau pemilik angkot bisa hemat Rp 189 rupiah per liternya. Jika seharinya satu mobil menempuh jarak rata-rata 300km maka pengusaha atau pemilik angkot bisa hemat Rp 56.7000. Ini semua dengan asumsi harga premium Rp 4.500 per liter dan Rp 3.000 per liter untuk BBG,” ujarnya.
Sepanjang tahun 2008 ADM berhasil menjual Gran Max untuk angkot sebanyak 300 unit. ADM menargetkan angka penjualan yang sama di tahun 2009.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar