
Siaran pers GMM, pekan ini, menyebutkan selain Audi, kendaraan penumpang Volkswagen mulai ditangani pihaknya per Januari 2009.
Sebelum terjadi perubahan di manajemen GMM, penjualan kendaraan penumpang Volkswagen di Indonesia dilakukan perusahaan importir umum PT Car and Cars Indonesia (CCI).
Belum ada pernyataan resmi dari CCI atas pengalihan devisi kendaraan penumpang , Volkswagen di Indonesia ke tangan GMM oleh Volkswagen Group, Jerman.
Menurut Head of Public Relations Department GMM Wanny Bhakti, agen resmi penyalur kendaraan penumpang Volkswagen di Tanah Air kini hanya dipegang GMM.
“Bisnis Car and Cars bukan urusan kami. Selain menjadi penjual resmi, sekarang hanya pihak kami yang resmi menangani layanan purna jual seluruh jenis kendaraan Volkswagen di Indonesia,” kata Wanny.
Dia menegaskan para konsumen kendaraan penumpang Volkswagen yang sebelumnya membeli melalui CCI bisa memanfaatkan palayanan after sales GMM.
“Selama ini bengkel Audi dan kendaraan komersial Volkswagen juga melayani perawatan dan perbaikan kendaraan penumpang Volkswagen. Layanan ini masih tetap sama,” ungkap Wanny.
Melalui penyataan tertulis, GMM mengatakan bergabungnya Audi dan Volkswagen secara strategis semakin memperkuat keberadaan group produsen kendaraan Jerman tersebut di Indonesia.
GMM merupakan anak perusahaan Indomobil Group yang mengimpor dan mendistribusikan kendaraan merek Audi dan Volkswagen. Kedua merek ini secara global bernaung di bawah payung besar Volkswagen Group
Seiring terjadinya perubahan tersebut jajaran manajemen GMM ikut berubah. Posisi Chief Executive Officer (CEO) GMM kini dijabat Andrew Nasuri menggantikan Susilo Darmawan.
Sementara Susilo Darmawan mendapat tugas baru sebagai Chief Executive Officer PT Wahana Wirawan, anak perusahaan Indomobil Group yang mendistribusikan mobil-mobil merek Nissan di Indonesia.
GMM yang berdiri sejak 1997 telah merencanakan memproduksi small hatchback Volkswagen Polo di Indonesia pada awal kwartal kedua tahun ini. Namun seiring kondisi krisis keuangan global yang ikut menimpa Indonesia, target dari rencana tersebut mungkin akan direvisi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar