Selasa, Januari 13, 2009

2008, Penjualan otomotif Gemilang


SIAPA bilang Indonesia krisis? Laporan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) tentang penjualan mobil dari Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) sepanjang 2008 sebanyak 607.151 unit langsung bisa menjawab pertanyaan tersebut.


Sebuah prestasi gemilang telah dicapai indusri otomotif di Indonesia. Padahal, dua bulan menjelang tutup tahun 2008, krisis global yang menghantam Amerika dan Eropa, sudah mulai dirasakan dampaknya di Indonesia. Sejumlah pakar dan analis ekonomi pun sibuk mengeluarkan pernyataanya.
Pemerintah, swasta, mulai berancang-ancang untuk mengencangkan ikat pinggang. Tak terkecuali pengambil keputusan di industri otomotif, mereka mulai ragu bahkan pesimis, target yang mereka tetapkan di awal tahun sebanyak 600 ribu unit akan tercapai. Juragan Toyota Astra Motor (TAM) Johnny Darmawan hanya berani menyebut 500 ribu unit hingga akhir tahun. Namun, di penghujung tahun, fakta berbicara, lain.
Pasar otomotif di Indonesia memang unik. Meski bukan kebutuhan primer, grafik penjualannya nyaris tak pernah drop. Tak terpengaruh tren kenaikan harga berbagai sektor yang mengitarinya, juga krisis. Dibanding tahun 2007, yang hanya terjual 434.473 unit berarti pada 2008 terjadi kenaikan penjualan sebesar 40 persen.
Harga BBM boleh naik, turun. Harga komoditas lain, termasuk produk-produk otomotif, juga boleh melonjak. Tapi, di tengah impitan situasi itu, industri otomotif tetap mampu melenggang.
Apa yang terjadi sepanjang 2008 menunjukkan itu. Namun, menghadapi tahun baru 2009, banyak kalangan pesimistis dengan kondisi industri otomotif nasional. Penyebabnya apa lagi kalau bukan krisis keuangan plus kenaikan harga mobil per Januari yang berkisar 5%-15%. (Bersambung)

Tidak ada komentar: