Kamis, Januari 29, 2009

Honda Racing Indonesia Siap Berlaga di IGCT

PT Honda Prosepect Motor (HPM) melalui Honda Racing Indonesia (HRI) siap menjadi yang terbaik di ajang Indonesian Grand Touring Car Championship (IGCT) dan kejurnas Slalom meski baru pertama kalin ikut berlomba di ajang kejurnas Slalom tahun ini.

“Sejak awal kami telah berkomitmen untuk memajukan dunia balap nasional dan terus membuktikan kualitas mobil Honda di arena balap, ini dibuktikan dengan keberhasilan Honda meraih gelar juara nasional selama lima tahun sejak tahun 2002. Kami harap antusiasme para pembalap muda untuk turun di ajang balap nasional akan semakin meningkat,” ujar Presiden Direktur PT HPM Yukihiro Aoshima hari Kamis (29/1) di Jakarta.

HRI akan mengandalkan pembalap nasional Alvin Bahar dengan Honda All New Jazz di ajang IGTC dan kejurnas Slalom tahun ini.

“Saya akan berusaha tampil yang terbaik bagi HRT dan saya rasa Honda All New Jazz jauh lebih baik dari Honda Jazz. Dari segi aerodinamis mobil ini juga lebih baik dan power yang dihasilkan lebih baik dari model sebelumnya,” ujar Alvin Bahar.

Keikutsertaan HRI di dua ajang kejurnas ini sekaligus ingin melanjutkan gelar juara tiga kali berturut-turut pada 2006, 2007, dan 2008.

BMW Seri 7 Muncul di Tengah Krisis

BMW Indonesia resmi meluncurkan sedan premium BMW Seri 7 di tengah krisis ekonomi global, Rabu (28/1) di Hotel Kempinski, Jakarta.

“Kami optimis dengan penjualan BMW 740i dan 750i ini. BMW Seri 7 sampai saat ini sudah terjual 269 unit dan pastinya akan memanjakan pemiliknya, khususnya kelas atas karena konsep mobil ini mencakup semuanya, yaitu entertainment, teknologi, dan comfort seperti berada di sebuah ballroom,” ujar Director Corporate Communications BMW Indonesia Helena Abidin.

Kedua varian seri 7 ini, yaitu 740 Li dan 750Li memiliki pilihan warna eksterior titanium silver, black saphire, dan alphine white. Sedangkan interiornya dibungkus dengan warna oyster, saddle brown, dan black.

Dari sisi mesin BMW 750Li menggunakan mesin turbocharger V8 dengan kapasitas 4.400 cc tenaga maksimum 407 daya kuda, dengan rpm 5.500 dan torsi maksimum 600 Nm pada 1.750 rpm.

BMW 750Li akan mencapai 100 km/jam dalam waktu 5,3 detik dengan kecepatan maksimum yang dibatasi pada 250 km jam.

Konsumsi bahan bakar standar Euro 5 yakni sebesar 11,4 liter untuk 100 km, dan dengan kadar emisi 266 gram per kilometer.

Sedangkan saudaranya yakni BMW 740Li, memiliki dapur pacu 6 silinder, kombinasi dari teknologi twin turbo dan high precision injection, teknologi yang meningkatkan mesin 3.000 cc ini hingga 326 dk.

Tenaga maksimum dicapai saat 5.800 rpm, dengan torsi maksimum 450 Nm pada 1.500 rpm.

BMW 740Li mampu meraih kecepatan 100 km/jam dalam waktu 5,9 detik dengan kecepatan maksimum yang dibatasi pada 250 km/jam

Sedangkan konsumsi bahan bakar 9,9 liter untuk 100 km, dan kadar emisi CO2 235 gram per kilometer.

BMW Seri 7 terbaru ini tampil perdana sebelumnya di Paris Motor Show 2008 lalu. Tidak heran mobil mewah nan canggih ini dibanderol mulai dari Rp 2,599 miliar untuk 750Li off the road Jakarta dan 740Li seharga Rp 2,12 miliar off the road Jakarta